perhitungan investasi bri life

Cara Perhitungan Investasi BRI Life, Uang Pertanggungan

BRI Life merupakan anak perusahaan dari Bank BRI yang merupakan bank terbesar di Indonesia. BRI life menawarkan jasa asuransi untuk berbagai kebutuhan khususnya asuransi jiwa yang berskala nasional. Sebelum membuka investasi dalam bentuk ini, para nasabah harus mengetahui cara perhitungan investasi BRI Life khususnya uang pertanggungan.

Uang pertanggungan adalah biaya yang akan dibayar jika terjadi kematian atau kondisi polis tertentu sesuai dengan situasi asuransi. Uang pertanggungan ini biasanya akan tertulis pada halaman polis, namun untuk memastikannya tidak ada salahnya para nasabah mengerti cara perhitungan uang pertanggungan ini:

1. Human Life Value

Cara atau metode yang pertama adalah berdasarkan pendapatan bulanan yang didapatkan oleh nasabah. Metode ini dikenal sebagai Human Life Value, melalui metode ini pendapatan bulanan dikalikan dengan lama dana yang tersedia, yang disimpan untuk menopang hidup. Perhitungan metode ini tidak memperhatikan faktor bunga maupun pertumbuhan dana yang akan terjadi. Hal ini apabila uang pertanggungan disimpan dalam produk perbankan.

REKOMENDASI »  Ini Cara Membuat Internet Banking Mandiri yang Mudah

2. Income Based Value

Metode perhitungan investasi BRI Life kedua adalah berdasarkan Income Based Value. Pada metode ini uang pertanggungan dihitung dengan mempertimbangkan besarnya bunga atau return. Pasalnya, jika uang pertanggungan yang diterima akan disimpan dalam produk perbankan. Tentu saja, akan terjadi pengaruh antara dana pertanggungan dan bunga yang diterima.

3. Financial Need Based Value

Pada metode ini, besar uang pertanggungan akan berpatok pada besarnya uang kebutuhan tertentu. Sehingga kisaran minimal uang pertanggungan akan sama dengan besarnya uang kebutuhan tertentu saat ini atau present value. Nilai ini dikali dengan 150%, sedangkan untuk uang pertanggungan di masa depan, akan dikali dengan uang kebutuhan di masa mendatang atau future value. Yang mana kisaran maksimalnya akan dikali dengan 80%.

4. Contoh Kasus Perhitungan Uang Pertanggungan

Mengerti cara perhitungan secara teori saja tidak akan cukup. Sebagai gambaran berikut ini adalah contoh kasus dengan menerapkan metode perhitungan uang pertanggungan yang telah dibahas. Seperti misalnya, contoh kasus kali ini katakan saja ada seorang bapak bernama Pak Ben. Laki-Laki ini katakan saja berusia 40 tahun, dan istrinya adalah seorang ibu rumah tangga biasa dan mereka memiliki seorang anak berusia 15 tahun. Lama asuransinya adalah 5 tahun.

  • Metode Human Life Value
REKOMENDASI »  Cara Mendaftar Asuransi CAR 3i Network dengan Mudah dan Cepat

Rp5.000.000 x 12 x 5 = Rp300.000.000

Uang pertanggungan yang didapatkan adalah Rp5.000.000 selama 5 tahun. Nilai ini akan tetap karena dalam metode ini tidak mempertimbangkan bunga atau pertumbuhan dana.

  • Metode Income Base Value

(Rp5.000.000×12) / 6% = Rp1 Miliar

6% di sana adalah instrumen investasi dan bunga perkiraan yang akan mempengaruhi. Jika dana ditempatkan pada instrumen investasi lain seperti reksadana pendapatan tetap dan bukan pada deposito.

  • Metode Financial Need Base Value

Misalkan biaya pendidikan universitas sekarang adalah Rp200.000.000. Ketika anak Pak Ben mulai kuliah, biaya ini akan meningkat menjadi Rp550.000.000. dengan perkiraan kenaikan 12% per tahunnya. Sehingga uang pertanggungan di biaya pendidikan akan mencapai Rp550.000.000.

5. Menggunakan Kalkulator Pertanggungan BRI Life

BRI Life sendiri telah menyediakan fasilitas bagi para calon nasabahnya untuk menghitung uang pertanggungan dan biaya-biaya lain sebelum menjadi nasabah. Di website resmi BRI Life yaitu BRI Life.co.id, ada menu kalkulator pertanggungan. Para calon nasabah tinggal memasukan data-data yang diminta maka kalkulator akan menghitung secara otomatis dan menunjukan hasilnya.

REKOMENDASI »  5 Kelebihan dan Kekurangan Asuransi Car 3i Yang Penting Diketahui

Itulah cara perhitungan investasi BRI Life mengenai uang pertanggungan. Sebelum memulai asuransi maupun investasi penting bagi nasabah untuk mengerti. Tidak hanya mengerti tentang keuntungannya saja. Namun juga mengerti biaya yang dikeluarkan, kemungkinan resiko dan sebagainya. Bagaimana, mudah bukan cara menghitungnya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *