cara mengendalikan emosi menurut islam

Mudah Tersulut Amarah_ Berikut Cara Mengendalikan Emosi Menurut Islam

Seringkali orang meluapkan emosi dengan berucap kasar, menangis, mencaci maki, menjerit hingga mengeluarkan ancaman. orang yang suka emosi memiliki dampak buruk baik dari segi kesehatan dan psikologisnya. Mulai dari  depresi, stress, tekanan darah tinggi, serangan jantung, dan lainnya. Maka dari itu, kini kendalikan emosi dengan cara mengendalikan emosi menurut Islam.

Sikap emosi dapat menjerumuskan manusia ke lembah dosa. Bahkan, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa orang terkuat bukanlah orang yang pandai bergulat, melainkan orang yang pandai mengendalikan emosinya. Islam sendiri mengatur cara mengendalikan emosi dengan positif. Berikut penjelasan lengkapnya yang harus diketahui umat Islam:

1. Membaca Ta’awudz

Bacaan ta’awudz berbunyi ‘Audzu Billahi Minas Syaithanir Rajim. Lantunan kalimat yang berarti meminta perlindungan dari godaan setan terkutuk tersebut diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW kepada umatnya untuk menahan emosi. Rasulullah SAW menjamin bahwa orang yang melantunkan bacaan ta’awudz, amarahnya akan hilang. Doa ini dianggap manjur mengusir setan yang mampu membakar marah dalam diri manusia.

2. Berucap Istighfar

Hati yang tenang dan pikiran yang tentram bisa dikendalikan dengan memperbanyak melantunkan kalimat istighfar. Amalan yang berisi meminta pengampunan pada Allah SWT ini dinilai efektif untuk meredam emosi. Selain bacaan istighfar, lantunan kalimat thoyyibah yang lain juga bisa diamalkan seperti bacaan dzikir, tasbih, tahlil, dan lain sebagainya.

3. Mengubah Posisi Saat Emosi Meluap

Cara mengendalikan emosi menurut Islam yang diajarkan Rasulullah SAW pada umatnya adalah dengan mengubah posisi lebih rendah. Jika sedang emosi, disarankan untuk duduk. Apabila waktu emosi posisinya duduk, dianjurkan untuk berbaring. Perubahan posisi ini dianggap bisa menekan emosi karena orang yang suka emosi biasanya ingin menang sendiri, posisi lebih tinggi bisa membuat orang semakin ingin meluapkan emosinya.

Baca Juga:  7 Gambaran Bidadari Surga Menurut Islam di Akhirat Kelak

4. Diminta untuk Diam Menjaga Perkataan

Diam merupakan sesuatu tersulit yang dilakukan ketika emosi meluap. Namun, Rasulullah justru mengajarkan umatnya untuk diam saat melampiaskan amarah. Perkataan kasar, cacian, hingga ancaman seringkali keluar saat orang dalam kondisi emosi. Amarah justru bisa dikendalikan dengan cara bersikap diam. Hal ini bisa menghindari hati orang terluka.

5. Wudhu

Emosi adalah sifat hasutan dari setan yang harus disingkirkan. Salah satu cara yang sering diterapkan umat Islam saat emosi sedang meluap adalah dengan berwudhu. Setan merupakan makhluk terkutuk yang tercipta dari api, dan cara memadamkannya adalah dengan menggunakan air.

Wudhu bisa dijadikan alternatif untuk meredam emosi karena bisa pikiran dan fokus bisa tenang kembali. Tak hanya itu, dengan mengambil wudhu, manusia juga dengan mudah akan mengingat Allah SWT dan perlahan amarahnya yang tersulut bisa terkendali.

6. Memaafkan

Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk saling memaafkan termasuk saat sedang emosi, merasa kecewa, dan tersakiti. Cara ini dianggap bisa meredam emosi karena bisa memberi maaf pada orang saat emosi tersulut.

Memberi pintu maaf pada orang lain juga dijelaskan dalam kitab suci Al-Qur’an di surat Asy Syura ayat 37. Orang yang berdosa besar dan melakukan perbuatan keji, saat emosi diminta untuk memberikan maaf.

7. Sholat Sunnah

Sholat bisa menenangkan pikiran dan konsentrasi. Apabila emosi memuncak, cobalah tunaikan sholat sunnah. Cara tersebut dipercaya dapat mengurangi rasa amarah dengan cara bersujud dan segera memohon ampun pada Allah SWT.

Itulah 7 cara mengendalikan emosi menurut Islam yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Jangan sampai karena emosi sesaat hubungan menjadi renggang, terjadi, perselisihan, dan lain-lain. Hindarkan perasaan mudah tersulut emosi dengan mengendalikannya.

Baca Juga:  12. Tata Cara Mandi Junub Wanita Sesuai Sunnah yang Harus Diketahui Setiap Wanita Muslim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *